Analisis Perencanaan dan Pengendalian Obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Kota Jambi Tahun 2024

Authors

  • Laily Rahmi Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Adiwangsa Jambi, Indonesia
  • Siti Marwah Lestari Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Adiwangsa Jambi, Indonesia
  • Helman Kurniadi Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Adiwangsa Jambi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.60010/jikd.v9i1.229

Keywords:

Klasifikasi metode ABC, EOQ, ROP, Persediaan Obat, Rumah Sakit

Abstract

Pengelolaan persediaan obat merupakan salah satu aspek penting dalam pelayanan kefarmasian rumah sakit karena berpengaruh terhadap efisiensi biaya dan kualitas pelayanan. Ketidaktepatan dalam perencanaan dan pengendalian obat dapat menyebabkan terjadinya kekosongan stok maupun penumpukan obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan dan pengendalian obat standar rumah sakit menggunakan metode ABC, Economic Order Quantity (EOQ), dan Reorder Point (ROP) di Instalasi Farmasi RS X Kota Jambi Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan data sekunder berupa data pemakaian dan harga obat tahun 2024. Analisis dilakukan menggunakan metode ABC untuk menentukan kelompok prioritas obat, metode EOQ untuk menentukan jumlah pemesanan optimal, dan metode ROP untuk menentukan titik pemesanan kembali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 416 item obat yang dianalisis, kelompok A terdiri dari 13% item obat dengan penyerapan biaya sebesar 75%, kelompok B terdiri dari 17% item obat dengan penyerapan biaya sebesar 15%, dan kelompok C terdiri dari 70% item obat dengan penyerapan biaya sebesar 10%. Hasil perhitungan EOQ menunjukkan bahwa jumlah pemesanan optimal lebih efisien dibandingkan sistem pemesanan yang diterapkan rumah sakit. Analisis ROP menunjukkan bahwa beberapa item obat memerlukan pemesanan kembali lebih awal untuk mencegah kekosongan stok. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode ABC, EOQ, dan ROP dapat membantu meningkatkan efektivitas pengendalian persediaan obat di Instalasi Farmasi RS X Kota Jambi.

References

Abbas, S. R., Citraningtyas, G., & Mansauda, K. L. R. (2021). INVENTORY CONTROL OF DRUG WITH ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) AND REORDER POINT (ROP) METHODS IN X PHARMACY , DISTRICT WENANG. 10, 927–932.

Annisa, A. R., Astari, C., & Samsi, A. S. (2022). Pengendalian Persediaan Obat Antibiotik Berdasarkan Metode Analisis Activity Based Costing (ABC), Economic Order Quanity (EOQ), dan Reorder Point (ROP) di Instalasi Farmasi RS “X” Kota Palopo Tahun 2022 Antibiotic.

Hutasoit, M. M., Ika Purwidyaningrum, & Saptarini, O. (2025). Analisis Pengendalian Persediaan Obat Di Instalasi Farmasi RSUD dr.Soehadi Prijonegoro Sragen Tahun 2021. 17(3), 391–406.

Kemenkes, R. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia NO 72 Tahun 2016 Standar Pelayanan Kefarmasian Di Rumah Sakit.

Lestari, D., & Rahmatullah, S. T. (2021). PENGENDALIANNYA DI GUDANG OBAT IFRS RSUD KRATON TAHUN 2019. 5(2), 89–96.

UU. (2023). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan.

Downloads

Published

2026-08-05