Hubungan Penggunaan Hormon Progesteron Pada Pasien Abortus Iminens di Klinik Utama Ascott Medika Jambi Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.60010/jikd.v9i1.222Keywords:
Abortus Iminens, Kehamilan, Progesteron, Outcome Terapi, Terapi HormonalAbstract
Abortus iminens merupakan kondisi perdarahan pada awal kehamilan yang terjadi sebelum usia kehamilan 20 minggu dengan keadaan serviks masih tertutup dan janin masih berada di dalam uterus. Salah satu terapi yang umum digunakan untuk mempertahankan kehamilan pada kondisi tersebut adalah pemberian hormon progesteron. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan hormon progesteron terhadap outcome terapi pada pasien abortus iminens di Klinik Utama Ascott Medika Jambi Tahun 2025 Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Data diperoleh dari rekam medis pasien abortus iminens periode Januari–Desember 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 95 rekam medis yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher Exact Test dengan tingkat kepercayaan 95% (?=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berada pada kelompok usia 20–35 tahun sebanyak 46 responden (48,42%) dan usia kehamilan terbanyak yaitu 8–10 minggu sebanyak 35 responden (36,84%). Lama terapi progesteron yang paling banyak digunakan adalah 8–14 hari sebanyak 41 responden (43,16%) dan seluruh pasien menggunakan progesteron melalui rute oral. Outcome terapi menunjukkan sebagian besar pasien mengalami keberhasilan terapi sebanyak 90 responden (94,74%). Hasil uji Fisher Exact Test menunjukkan nilai p-value sebesar 0,018 (p<0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara penggunaan hormon progesteron dengan outcome terapi pada pasien abortus iminens. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan hormon progesteron memiliki hubungan terhadap keberhasilan terapi pada pasien abortus iminens sehingga dapat membantu mempertahankan kehamilan.
References
ACOG Practice Bulletin. Early Pregnancy Loss. Obstetrics and Gynecology. 2022.
Andriani, R., & Febrianti, Y. (2023). Analisis penggunaan hormon progesteron pada pasien abortus iminens trimester pertama. Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia, 8(1), 33–40.
Coomarasamy A, et al. Progesterone Therapy for Women with Early Pregnancy Bleeding. New England Journal of Medicine. 2019;380(19):1815-1824.
Coomarasamy, A., Devall, A. J., Cheed, V., Harb, H., Middleton, L. J., Gallos, I. D., Williams, H. M., et al. (2020). A randomized trial of progesterone in women with bleeding in early pregnancy. The New England Journal of Medicine, 380(19), 1815–1824.
Cunningham, F. G., Leveno, K. J., Bloom, S. L., Dashe, J. S., Hoffman, B. L., Casey, B. M., & Spong, C. Y. (2020). Williams Obstetrics (25th ed.). New York: McGraw-Hill Education.
Fatimah, S. (2021). Hubungan kadar progesteron dengan kejadian abortus iminens pada trimester pertama kehamilan. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 12(2), 85–92.
Fitriani, D., & Amelia, R. (2024). Evaluasi rasionalitas penggunaan progesteron pada pasien abortus iminens. Jurnal Sains Farmasi Klinis, 11(1), 55–63.
Haas, D. M., Hathaway, T. J., & Ramsey, P. S. (2021). Progestogen for preventing miscarriage in women with threatened miscarriage. Cochrane Database of Systematic Reviews, 3(1), CD005943.
Hasan R, et al. Progesterone Therapy in Threatened Miscarriage. International Journal of Gynecology. 2021;15(3):120-126.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Pelayanan Antenatal Terpadu. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Li, C., Zhao, W., & Sun, L. (2022). Effectiveness of progesterone therapy in threatened miscarriage: A systematic review and meta-analysis. BMC Pregnancy and Childbirth, 22(1), 540.
Manuaba IBG. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan KB. Jakarta: EGC; 2020.
Manuaba, I. B. G. (2019). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan KB untuk Pendidikan Bidan (Edisi 2). Jakarta: EGC.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Nugroho T. Obstetri dan Ginekologi. Yogyakarta: Nuha Medika; 2021.
Pratama, A., & Lestari, F. (2023). Outcome terapi progesteron pada pasien abortus iminens di klinik kebidanan. Jurnal Medika Kesehatan, 9(2), 88–96.
Prawirohardjo, S. (2020). Ilmu Kebidanan. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Rahmawati, N., & Putri, A. (2022). Hubungan pemberian progesteron dengan keberhasilan kehamilan pada kasus abortus iminens. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 15(2), 101–108.
Riwidikdo, H. (2019). Statistik Kesehatan dan Aplikasi SPSS dalam Prosedur Penelitian. Yogyakarta: Rohima Press.
Sari, M., & Kurniawati, D. (2022). Gambaran terapi progesteron pada ibu hamil dengan abortus iminens. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan, 13(1), 21–29.
Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Wahyuni, S., & Nurhayati, E. (2021). Evaluasi penggunaan progesteron pada pasien abortus iminens di rumah sakit daerah. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 10(2), 75–82.
World Health Organization. (2021). WHO Recommendations on Antenatal Care for a Positive Pregnancy Experience. Geneva: World Health Organization.
Yulizawati, L., Insani, A. A., & Iryani, D. (2020). Penggunaan terapi progesteron pada pasien abortus iminens. Jurnal Kebidanan Indonesia, 11(1), 45–53.
Zhang, Y., Wang, H., & Liu, X. (2024). Progesterone administration and pregnancy outcomes in threatened abortion patients. International Journal of Gynecology & Obstetrics, 164(1), 112–119.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







