Analisis DRPs Interaksi Obat pada Pasien Penderita Asma Bronkial di Instalasi Rawat Inap RSUD Embung Fatimah Kota Batam

Authors

  • Agustinawati Agustinawati Institut Kesehatan Mitra Bunda
  • Yunisa Friscia Yusri Institut Kesehatan Mitra Bunda
  • Habibie Deswilyaz Ghiffari Institut Kesehatan Mitra Bunda

DOI:

https://doi.org/10.60010/jikd.v8i2.214

Abstract

Asma bronkial merupakan penyakit kronik pada saluran pernapasan yang membutuhkan terapi jangka panjang dan berpotensi menimbulkan DRPs Interaksi Obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pengobatan serta mengidentifikasi DRPs interaksi obat yang terjadi pada pasien penderita asma bronkial di Instalasi Rawat Inap RSUD Embung Fatimah Kota Batam. Penelitian ini menggunakan metode observasional retrospektif dengan pendekatan deskriptif, berdasarkan data rekam medis pasien asma bronkial periode Januari–Desember 2024 yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 38 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berjenis kelamin perempuan (74%) dan berusia 18–59 tahun (89%). Obat yang paling banyak digunakan sebagai terapi utama adalah golongan kortikosteroid sebanyak 20 pasien (53%) dan bronkodilator sebanyak 18 pasien (47%). Terapi pendukung meliputi antihistamin (29%), antibiotik (21%), mukolitik (37%), antipiretik (8%), dan antiemetik (5%). Hasil evaluasi DRPs interaksi obat dengan tingkat keparahan moderate, yang terjadi sebesar 29 obat. DRPs interaksi obat yang terjadi pada pasien asma bronkial di Instalasi Rawat Inap RSUD Embung Fatimah Kota Batam diperlukan pemantauan terapi dan kolaborasi antara dokter, apoteker, serta tenaga kesehatan lainnya untuk meningkatkan keamanan dan efektivitas pengobatan.

 

 

Downloads

Published

2026-02-12